Posted in RENUNGAN

Kegagalan dan Kesuksesan Adalah Konsekuensi Pikiran

Kegagalan dan Kesuksesan Adalah Konsekuensi Pikiran

Banyaknya harta yang kita miliki tidak pernah membuat kita merasa cukup menjadi “kaya” dalam arti yang sesungguhnya. Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang “kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki harta benda banyak, tetapi orang yang dapat menikmati apa pun yang dimiliki tanpa merasa terikat pada kepemilikan barang-barang itu!

Orang itu sadar sepenuhnya bahwa dia datang ke dunia hanya dibekali satu nyawa (jiwa). Nah, dia harus merasa memiliki nyawa itu, dan harus merawat serta bertanggung jawab dalam kehidupannya. Dengan nyawa itu pulalah, seseorang harus hidup bahagia, di mana pun dia berada, dan dalam kondisi apa pun.

Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri apa yang kita dapat itu penting. Termasuk hanya punya satu nyawa untuk bisa hidup di alam ini. Kebahagiaan itu bisa dibuat dengan tidak meminta apa pun kepada orang lain, tetapi berikan apa yang bisa diberikan kepada orang lain agar bahagia.

Continue reading “Kegagalan dan Kesuksesan Adalah Konsekuensi Pikiran”

Advertisements
Posted in RENUNGAN

Dahsyatnya Cinta

Dahsyatnya Cinta

 

Kita sering mendengar lagu-lagu bertemakan cinta yang semua isinya menggambarkan bagaimana seseorang menjadi begitu tersihir sehingga pengorbanan seorang pencinta begitu menakjubkan, bahkan bisa diluar kemampuannya demi seorang yang dicintai. Memang begitulah fitrah dari cinta. Cinta itu adalah anugrah ALLAH dan merupakan 1 rahmat yang dianugrahkan ALLAH kepada manusia didunia. Pertanyannya, kepada siapakah rasa cinta itu berlabuh. Coba kita lihat pembanding, antar cinta ALLAH dengan cinta kepada makhluknya:

1. Orang yang kita cintai belum tentu membalas cinta kita tapi ALLAH pasti membalas.

2. Orang yang kita cintai belum tentu membalas kebaikan kita tapi ALLAH membalas kebaikan kita berlipat-lipat

3. Orang yang kita cintai boleh jd membuat merana, kecewa, benci tapi ALLAH membuat kita tentram dam damai

4. Orang yang kita cintai mungkin merongrong kita tapi ALLAH tempat kita merongrong dan meminta.

5. Orang yang kita cintai tak bisa setia bahkan sampai mati tapi ALLAH setia (sampai kita bosan), bahkan dikala kita mati, ALLAH tempat kita berlindung

6. Orang yang kita cintai belum tentu mengajak keselamatan tapi ALLAH mengajak kebaikan dan keselamatan.

7. dll

Contoh-contoh reaksi cinta seperti para ABG yang mati konyol keinjak-injak tatkala konser idolanya, remaja bunuh diri karena cintanya ke laut, rela menghabiskan seluruh hartanya demi mendapatkan yang dicinta dll.  Dicontoh lain, ada sahabat Nabi yang mendoa agar anggota tubuhnya (telinga, hidung, tangan, kaki) disabet pedang kala jihad untuk dipersembahkan kepada yang dicinta, seorang Abu Bakar as merelakan seluruh hartanya diinfakan ke jalan Jihad. Umat Islam, yang rela menjauhkan lambungnya dan meninggalkan istrinya ditempat tidur bermunajat kepada yang dicinta dikala semua orang sedang tertidur dll. Bedanya contoh pertama menuju kesesatan sedang contoh kedua menuju keselamatan. Namun intinya sama bahwa energi cinta begitu dahsyat dan bisa menjadi aset bagi kita mencapai ridho ALLAH atau sebaliknya bisa menjadi laknat buat kita.

Posted in RENUNGAN

Air Mata Rasulullah

Air Mata Rasulullah


… Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Assalamu alaikum,Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Continue reading “Air Mata Rasulullah”