Posted in Uncategorized

Orang utan Sumatra terancam punah,salah siapa ?

Seperti hari-hari sebelumnya kebiasaan saya kalau sedang online adalah membuka situs-situs berita update, salah satu yang tidak pernah luput dari jelajah saya adalah voa dan menemukan berita yang menarik sekaligus membuat perasaan kita bercampur-campur seperti permen nano-nano yang rame rasanya tapi perasaan ini bukan manis asin asem yang ada adalah perasaan kasihan, benci dan juga kecewa, kasihan pada orang utan,perasaan benci pada pembantai dan perusak tempat tinggal orang utan dan juga rasa kecewa terhadap pemerintah.Untuk berita lengkapnya baca VOA Indonesia senin, 02 April 2012 ”Orang utan Sumatera Dikhawatirkan Punah

Kepunahan suatu jenis hewan atau tumbuhan bukanlah hal baru lagi saat ini,jauh hari sebelumnya sudah banyak hewan atau tumbuhan mengalami kepunahan. Semua mahluk  hidup pasti akan mengalami kematian, baik itu manusia, tumbuhan maupun hewan. Kepunahan seluruh makhluk hidup hanya akan terjadi pada hari kiamat kelak, tapi kepunahan spesies tertentu sudah banyak terjadi. Penyebab kepunahan satu spesies bisa disebabkan oleh alam berupa bencana alam, perubahan iklim yang menyebabkan hewan tersebut tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan bisa juga disebabkan oleh manusia. Peranan manusia dalam kepunahan hewan tidaklah kalah besar pengaruhnya dengan peranan alam, seperti halnya kondisi orang utan Sumatra saat ini yang terancam mengalami kepunahan,dan mungkin saja beberapa tahun kedepan hewan yang memiliki bentuk menyerupai manusia ini akan punah. Jika itu terjadi maka berkuranglah lagi satu dari sekian banyak hewan yang hanya ada di negri pertiwi ini dan bertambahlah daftar hewan yang hanya bisa kita lihat gambarnya di buku dan internet,Kalau misalnya itu benar-benar terjadi kasihan anak cucu kita yang tidak bisa melihat hewan yang mirip manusia ini,lalu salah siapakah ini ?Apakah salah pemerintah yang kurang peduli dalam hal ini,meskipun pemerintah telah mengatur masalah hewan langkah dalam undang-undang nomor 5 tahun 1990 pasal 21 ayat 2.

”setiap orang dilarang untuk menangkap,melukai,membunuh,menyimpan,memiliki,memelihara,mengangkut dan memperniagakan  satwa yang dilindungi dalam keaadan hidup”

Tapi toh apalah daya undang-undang yang isinya sangat jelas ini jika pihak pelaksana dalam hal ini pihak berwajib tidak melaksanakan amanahnya dengan baik. Mungkin karna itulah semua isi dari undang-undang nomor 5 tahun 1990 pada pasal 21 ayat 2 seperti burung tak bersayap,aturanya sempurna tapi pelaksanaanya yang susah.Saat ini penangkapan, pembunuhan,pemeliharaan,dan perdagangan hewan langka sering terjadi karna lemahnya efek jera terhadap pelaku. Seperti halnya yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan saat ini pembantaian terhadap orang utan dengan alasan hama tanaman kelapa sawit, tidak hanya pembantaian ketamakan manusia dengan memperluas lahan dengan cara pembakaran hutan sebagai tempat hewan tersebut dengan dalih pembersihan lahan juga sering terjadi yang artinya merusak habitat alami mereka. Yang bikin miris adalah ternyata perusahaan-perusahaan kelapa sawit ini adalah milik orang asing.

Kita sebagai warga Negara Indonesia harusnya bangga memiliki hewan tersebut dinegri ini.Oleh karna itu sebagai  rasa tanggung jawab atas pemberian Tuhan tersebut, saya, anda dan kita semua seharusnya menjaga dan melestarikan pemberian Tuhan yang cuma ada dinegri ini. Setiap mahluk hidup yang diciptakan di dunia ini pastilah ada manfaat dan peranannya masing-masing. Jika salah satu ekosistem mengalami gangguan maka akan mempengaruhi ekosistem yang lainya. Maka dari itu diperlukan kesadaran dalam diri kita masing-masing agar menjaga satwa langka dinegeri kita ini yang dicerminkan dalam perbuatan. Melestarikan hutan sebagai habitat satwa tidak hanya menyelamatkan satwa langka tersebut tetapi juga menyelamatkan nyawa manusia, seperti yang kita ketahui Indonesia adalah jantung dunia sebagai sumber oksigen jadi kalau hutan Indonesia rusak dampaknya tidak hanya pada hewan tapi juga pada manusia,rusaknya hutan dapat menyebebkan banjir dan pemansan global. Save our forest is save people and animals. Kalau bukan kita siapa lagi ? Yuk lestarikan hutan dan satwa Indonesia.

Kita harap orang-orang yang digaji oleh Negara dalam perlindungan hewan satwa dapat melaksanakan tugasnya  dengan baik. Sehingga orang utan sebagai satwa langka yang cuma ada dinegeri koruptor ini tidak punah. Sebagai warga Indonesia yang kami harapkan adalah punahnya utang  Indonesia yang jumlahnya terus berkembang biak bukan orang utannya.Seharusnya kita bisa mengambil pelajaaran dari kepunahan satwa langka sebelumnya sehingga  hewan langka yang terancam punah ini dapat kita atasi bahkan kembang biakkan. Mari melestarikan satwa Indonesia.

Berikut adalah video yang semoga bisa menggugah hati kita untuk melindungi orang utan yang terancam punah.

sumber video :Youtube.com

sumber gambar:voaindonesia

Advertisements

2 thoughts on “Orang utan Sumatra terancam punah,salah siapa ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s