Posted in Uncategorized

Fanatisme Agama

Perusuh bakar sebuah mesjid New York dan Beberapa Gedung di Los Angeles.Baca di http://www.voanews/indonesian/ terbitan Selasa, 03 Januari 2012

Ahad  2  januari  sebuah mesjid di New york Amerika Serikat dibakar dengan dilempari bom molotov oleh  seorang teroris, mungkin saja hal ini disebabkan karna fanatisme terhadap suatu agama yang menyebabkan kebencian terhadap agama lain hal ini dapat kita lihat dengan kejadian sebelumnya dimana pelempar juga membakar sebuah tokoh dimana pemiliknya adalah muslim.

Dengan kejadian ini  gubenur New York maupun walikota New York mengutuk insiden tersebut.Apa yang terjadi jika pemimpin mengutuk suatu kejadian ? nothing. Ungkapan kutukan sering dilontarkan oleh pemimpin pemimpin jika terjadi suatu insiden semacam aksi teroris. Tapi apa yang terjadi dengan kutukan itu ? nothing.

Fanatik terhadap agama membuat seseorang merasa dialah yang benar dan pihak yang lain salah. Konflik atas dasar agama sangatlah sensitif karna masing masing pihak merasa dialah yang paling benar. Oleh karna itu dalam penyelesain konflik yang berakar  agama tidak cukup hanya dengan melontarkan kutukan yang tidak menghasilkan penyelesain tapi dibutuhkan suatu aksi (talk less,do more). Memang  sulit menyelesaikan konflik atas dasar agama karna masing masing pihak berjuang atas nama tuhan yang berbuah surga menurut keyakinan masing-masing. Tapi bukan berarti tidak ada jalan keluar untuk masalah ini.

Harmonisasi dalam kehidupan beragama merupakan tanggung jawab semua pihak,terutama pemimpin yang menaungi pihak-pihak yang berkonflik.Dengan adanya ketegasan yang adil dari pemimpin maka konflik semacam ini akan terselesaikan.Ketegasan sangatlah mungkin dilaksanakan tapi yang sulit adalah keadilan. Ketegasan yang tidak adil akan menimbulkan masalah baru. Dapat kita lihat contohnya dinegeri kita ini yang katanya tanah surga, bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada topan kau temui ikan dan udang menghampiri dirimu, tongkah kayu dan batu jadi tanaman. Negeri kita ini kaya akan sumber daya alam tapi miskin keadilan, contoh kasus yang lagi hot dimedia massa saat ini adanya anak dibawah umur yang dituduh mencuri sandal terancam penjara lima tahun dan pada kasus lainnya seorang koruptor yang  jelas-jelas mencuri uang rakyat dengan santainya melancong keluar negeri. Mungkin salah satu penyebab tidak berkembangnya negeri kita ini dan masih banyaknya kemiskinan disebabkan karena tidak adilnya pemimpin negeri ini.

Dengan menerapkan sikap adil pada diri sendiri terutama sikap adil pemimpin pada rakyatnya akan menghasilkan keputusan yang bijaksana yang dapat menyelesaikan konflik tanpa ada pihak yang merasa dirugikan. Semoga kita tergolong orang yang adil dan bijak, terutama pemimpin negeri kita ini dan seluruh pemimpin di dunia. Amin.

Advertisements

2 thoughts on “Fanatisme Agama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s